Bagaimana seseorang dapat menguji orang lain jika tidak ada keterkaitan secara ilmu, lembaga, ikatan keluarga atau permintaan yang bersangkutan? Bukankah itu sebuah kejahatan, kejahatan terstruktur, masif dan kolektif itu sangat berbahaya. Menguji yang dimaksud disini adalah tindakan kepada orang lain dengan mengharapkan respon atau reaksi seseorang yang dilakukan secara masif dan terus menerus. Dengan dalil ingin melihat respon,menguji,menyadarkan mengingatkan sesesorang dengan cara provokatif dan menekan secara mental psikis yang pada dasarnya tidak beralasan atau memiliki alasan mendasar.

Jika dipikir lebih seksama apa yang dicari pelaku dan tujuan apa yang ingin dicapai. Ya Menekan secara mental terus menerus dan mengharapkan korban melakukan respon yang tidak diinginkan atau berlebihan atau melakukan kesalahan kemudian bisa disalahkan secara kolektif. Bagaimana kita harus lebih jeli menyikapi kasus seperti ini karena susahnya kita mengidentifikasi kasus seperti ini. Secara sederhana pelaku akan secara masif dan terencana mempengaruhi orang lain dengan membangun persepsi dan opini hingga terbentuk berbagai alasan yang menyudutkan korban yang sejatinya sangat merugikan korban. Korban akan selalu dijadikan pusat perhatian dengan harapan segala perilakunya diperbincangkan dan pada akhirnya sangat merugikan korban. Banyak dari kita yang belum memahami tentang hal seperti ini karena melibatkan ketidaktahuan orang lain yang pada akhirnya ikut tergiring opini pelaku sehingga bisa saja ikut berkonflik dengan korban dan sebenarnya mereka bisa disebut korban sekaligus pelaku setelah koban utama. Bisakah kita mengidentifikasi pelaku? Bisa. Butuh ketelitian dan pemahaman yang baik bagaimana sebuah peristiwa atau kasus seperti ini terjadi. Siapa, apa, untuk apa? Pertanyaan yang dapat kita tanyakan bagaimana opini itu dibangun sehingga kita dapat memahaminya dan mengiidentifikasinya dengan baik. Kita dapat mengidentifikasi dengan cepat pelaku yang berinteraksi dengan korban atau pelaku utama yang tidak berinteraksi secara langsung. Itu perlu dilakukan karena ketika dibiarkan akan menjadi budaya yang sangat berbahaya bagimana kita dapat menjust atau menghakimi seseorang dengan pendapat kolektif dan pada akhirnya seseorang menekan atau minoritas dan lebih buruk menjadi konflik.

“bukan teman tiba-tiba mencubit terus bilang ah bercanda” itulah gambaran ya mungkin cocok untuk kasus seperti ini. Bagiamana korban dihadapakan pada persepsi pertemanan tetapi melukai dan sejatinyapun mereka bukan teman.

kita dapat mencegah case seperti ini dengan meminimalisir opini yang dibangun dan lebih aware lagi terhadap case seperti ini. Kejadian seperti ini akan terus berulang jika jika tidak peka terhadap hal hal seperti ini dan menerima opini secara langsung mentah tanpa kita pahami dahulu.

Joe Marco Pratama
Joe Marco Pratama
Saya seseorang menyukai hal baru

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This will close in 0 seconds